Peduli
Pengembangan masyarakat sebagai investasi di masa yang akan datang merupakan faktor kunci untuk keberhasilan dan keberlanjutan di masa yang akan datang. Membangun rasa memiliki diantara masyarakat dan para pemangku kepentingan dituangkan dalam program kebersamaan terutama dengan program Pengembangan Masyarakat yang kuat dan partisipatif.
PT BPR DanaPos berkomitmen dalam mendukung kebutuhan dan aspirasi masyarakat setempat dengan memberikan kontribusi kepada program-program yang meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat di sekitar wilayah PT BPR DanaPos berada.
PT BPR DanaPos menekankan program pengembangan masyarakat di bidang Pendidikan, Kesehatan, dan Sosial Kemasyarakatan.
- Peduli Pendidikan, merupakan kepedulian PT BPR DanaPos terhadap pendidikan, setiap awal tahun ajaran baru senantiasa memberikan paket peralatan sekolah.
- Layanan Kesehatan, merupakan kepedulian PT BPR DanaPos terhadap kesehatan dengan memberikan layanan pemeriksaan kesehatan gratis secara berkala kepada para pensiunan.
- Paket Sembako, untuk mensejahterakan Peminjam, Debitur, dan Nasabah, setiap awal Ramadhan PT BPR DanaPos senantiasa membagikan paket sembako secara gratis.
- Keagamaan, sebagai bentuk ibadah dan kepedulian terhadap masyarakat sekitar, setiap tahun bertepatan dengan hari raya Idul Adha PT BPR DanaPos senantiasa melakukan penyembelihan hewan dan pembagian daging qurban kepada masyarakat sekitar.
Literasi Keuangan adalah pengetahuan, keterampilan, dan keyakinan yang memengaruhi sikap dan perilaku untuk meningkatkan kualitas pengambilan keputusan dan pengelolaan keuangan untuk mencapai kesejahteraan keuangan masyarakat.
​Literasi Keuangan memiliki tujuan jangka panjang bagi seluruh golongan masyarakat, yaitu:
- Merupakan bentuk investasi jangka panjang yang bermanfaat dalam mengelola dan menjaga kondisi keuangan agar tetap terjaga atau stabil;
- Meningkatkan jumlah pengguna produk dan layanan jasa keuangan.
Agar masyarakat luas dapat menentukan produk dan layanan jasa keuangan yang sesuai dengan kebutuhan, masyarakat harus memahami dengan benar manfaat dan risiko, mengetahui hak dan kewajiban serta meyakini bahwa produk dan layanan jasa keuangan yang dipilih dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Bagi masyarakat, Literasi Keuangan memberikan manfaat yang besar, seperti:
- Mampu memilih dan memanfaatkan produk dan layanan jasa keuangan yang sesuai kebutuhan;
- Memiliki kemampuan dalam melakukan perencanaan​ keuangan dengan lebih baik;
- Mampu bertanggung jawab pada keputusan keuangan yang diambil;
- Terhindar dari aktivitas investasi pada instrumen keuangan yang tidak jelas;
Literasi Keuangan juga memberikan manfaat yang besar bagi sektor jasa keuangan. Lembaga keuangan dan masyarakat saling membutuhkan satu sama lain sehingga semakin tinggi tingkat Literasi Keuangan masyarakat, maka semakin banyak masyarakat yang akan memanfaatkan produk dan layanan jasa keuangan.
- Nasabah adalah pihak yang menggunakan jasa Bank, termasuk pihak yang tidak memiliki rekening namun memanfaatkan jasa Bank untuk melakukan transaksi keuangan (walk-in customer).
- Perwakilan Nasabah adalah perseorangan, lembaga dan atau badan hukum yang bertindak untuk dan atas nama Nasabah dengan berdasarkan surat kuasa khusus dari Nasabah.
- Pengaduan adalah ungkapan ketidakpuasan Nasabah yang disebabkan oleh adanya potensi kerugian finansial pada Nasabah yang diduga karena kesalahan atau kelalaian Bank.
- Transaksi Keuangan adalah pemanfaatan produk dan atau jasa perbankan maupun produk dan atau jasa lembaga keuangan lain dan atau pihak ketiga lainnya yang ditawarkan melalui Bank.
- Kantor Bank adalah kantor pusat, kantor cabang, dan kantor di bawah kantor cabang.
Berita Finansial
- LPS ajak generasi muda bijak kelola keuangan di era digital
- Ekonomi kemarin, rupiah menguat hingga modal asing masuk SRBI dan SBN
- IFG Life berikan perlindungan asuransi 20 ribu lebih pelari Jakim 2026
- DJP Sumbar-Jambi bekukan 571 rekening yang tunggak pajak
- Di tengah dinamika geopolitik global, Jabar berupaya dongkrak ekspor
- PT Timah bagikan dividen Rp656,8 miliar
- BRI umumkan rencana "buyback" senilai Rp500 miliar
- BI: Modal asing ke SRBI dan SBN capai Rp19,02 T pascakenaikan BI-Rate
- Pakar: Pemerintah perlu waspadai risiko fiskal akibat migrasi Pertamax
- Industri aset kripto perkuat literasi tingkatkan pertumbuhan investor